( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

GENTENG TANAH LIAT

Sabtu, Juli 6th 2019.

GENTENG TANAH LIAT

  1. Sejarah singkat genteng Di indonesia

Pertama kali genteng tanah liat berasal dari China, selama Zaman Neolitikum, dimulai sekitar 10.000 SM, dan Timur Tengah, beberapa waktu kemudian. Dari wilayah ini, penggunaan genteng tanah liat tersebar ke seluruh Asia dan Eropa. Tidak hanya orang Mesir kuno dan Babel, tetapi juga bangunan Yunani dan Romawi mereka menggunakan atap dan ubin dari tanah liat. Temuan awal genteng tanah liat di Yunani kuno berasal dari daerah disekitar Korintus (Yunani), dimana genteng mulai menggantikan atap jerami di dua kuil Apollo dan Poseidon antara 700-650 SM. Tradisi ini terus berlanjut di Eropa hingga saat ini. Kemudian orang Eropa membawa tradisi atap tanah liat ini hingga ke Amerika sekitar pada abad ke-17.

Di indonesia telah mengenal tanah liat sebelum abad ke-20, saat itu sudah banyak warga yang membuat gerabah untuk alat-alat rumah tangga seperti tungku, gentong, padasan, blengker, jambangan, kendil, cowek, dan jubek dari tanah liat. Kerajinan tanah liat masih terus berlangsung sampai saat ini, keahlian turun-temurun tersebut konon merupakan hasil interaksi dengan kebudayaan China. Warisan keahlian membuat kerajinan tanah liat tersebut akhirnya berlanjut hingga pada pembuatan genteng dari tanah liat.

Kerajinan genteng muncul sekitar tahun 1920-an. Saat itu, pemerintah kolonial Belanda melakukan penelitian untuk memetakan daerah-daerah yang memiliki tanah (liat) bagus untuk bahan atap bangunan.

Saat itu, dibentuklah Balai Keramik di Bandung. Beberapa daerah pengahasil tanah liat termasuk daerah Plered, Banyuwangi, Kebumen merupakan salah satu dari sejumlah daerah yang memiliki potensi sentra genteng. Genteng-genteng tersebut dibuat untuk memenuhi pembangunan infrastruktur termasuk untuk dijadikan atap pabrik gula.

Pengenalan genteng sebagai atap juga dilakukan oleh tim kesehatan Belanda. Misi kesehatan dilakukan karena saat itu terjadi wabah pes. Saat itu, banyak tenaga kerja pribumi yang tidak bisa maksimal karena terserang penyakit tersebut. Terungkap bahwa ternyata sebagian besar rumah yang saat itu masih beratap rumbia menjadi penyebab penularan pes. Sebab atap sering dijadikan sarang tikus penyebab pes. Sejak saat itulah pembuatan genteng tanah liat di Indonesia semakin berkembang pesat hingga sekarang ini.[1]

[1] https://www.kaskus.co.id/thread/513e027a532acf8753000001/sejarah-genteng/

2. Proses pembuatan genteng

A. Pemilihan tanah.

Pemilihan tanah sebagai bahan baku genteng harus memperhatikan kelestarian lingkungan, Bagian lapisan paling atas dari tanah yaitu bunga tanah tidak digunakan sebagai bahan pembuat genteng, hal ini dikarenakan kandungan humus dan unsur hara yang sangat baik untuk tanaman.

Pengambilan tanah dilakukan dengan cara menyingkirkan lapisan bunga tanah, dan tanah yang diambil adalah tanah dibagian bawah bunga tanah yaitu kurang lebih kedalaman 25 cm dari permukaan tanah. Bahan tanah yang baik adalah tanah yang mengandung tanah liat (lempung) selain mudah dibentuk karena teksturnya juga setelah kering akan menjadi kramik dan tidak mudah diresapi air. Dan biasanya dicampur dengan tanah yang bertektur seperti pasir agar tanah yang dihasilkan pulen tidak hanya lempung.

B. Mengolah bahan baku tanah
Proses mengolah tanah dilakukan dengan  cara menyirami air keseluruh permukaan tanah setelah itu dilanjutkan dengan proses penggilingan,tanah untuk memperoleh tanah liat yang homogen dengan partikel-partikel yang lebih halus dan merata, Proses penggilingan dilakukan dengan cara memasukkan tanah liat ke dalam mesin penggiling tanah atau lebih dikenal dengan nama MESIN MOLEN, output berupa tanah liat yang telah tercetak persegi memanjang. Dan dipotong sesuai dengan keinginan penggiling tanah. Tanah yang sudah berbentuk persegi ada yg digiling kembali untuk mendapatkan tektur yang lebih halus dan padat yang secara otomatis akan menghasilkan genteng yang lebih berkualitas, tanah yang sudah berbentuk persegi tersebut kemudian ditata didekat mesin pencetak genteng(mesin press) dan dibungkus dengan plastic agar tidak cepat mengeras dan tektur tanah dipertahankan.

GENTENG TANAH LIAT

C. Mencetak genteng

Sebelum mencetak genteng terlebih dahulu tanah yang berbentuk persegi dipotong dengan jarak 5cm, tetapi disesuaikan dengan ukuran genteng yang akan dibuat bila mantili besar tanah persegi dipotong dengan jarak yang lebih lebar.

Pencetakan genteng dilakukan dengan cara memasukkan tanah yang telah dipotong tadi ke dalam mesin cetak berupa mesin press ulir. Sebelum dimasukkan, pipihkan dulu tanah dengan cara dipukul-pukul. Agar mempermudah tanah dalam mengisi bagian cetakan genteng, setelah mesin di cetak putar bagian ulir mesin dan keluarkan genteng yang sedang tercetak, bersihkan setiap sisa genteng dari tanah diluar bentuk cetakan dengan tangan, berikan tatakan kayu diatas genteng lalu balik genteng.

GENTENG

PROSES GENTENG, JASA PEMBUATAN GENTENG, JUAL GENTENG

GENTEGENTENG CETAK

D. Proses pengeringan

Ada beberapa tahap yang harus dilalui dalam proses pengeringan genteng.

pertama adalah proses pengeringan dengan cara diangin-anginkan. Dimana genteng hasil pengepressan diletakan di dalam rak dalam waktu minimal 2 hari.

Setelah itu genteng yang setengah kering diratakan setiap sisinya dengan menggunakan pisau agar diperoleh genteng yang rapi dan rata.

Proses pengeringan selanjutnya adalah pengeringan dengan menggunakan sinar matahari. Pengeringan ini dilakukan dengan cara menjemur genteng secara langsung di bawah terik matahari selama kurang lebih 6 jam.

Pengeringan genteng selanjutnya berlangsung di dalam tungku. Pengeringan dalam tungku berlangsung selama 2 hari atau 48 jam. Pengeringan dilakukan dengan cara memasukkan genteng ke dalam tungku kemudian dipanaskan dengan menggunakan bahan bakar berupa kayu. Pengeringan ini merupakan pengeringan tahap akhir. Pengeringan ini juga sebagai pra pembakaran.

E. Proses pembakaran

Proses selanjutnya adalah pembakaran. Pembakaran berlangsung selama 10 jam dimana suhu diatas  900 derajat celcius, lama pembakaran biasa tergantung dengan cuaca, bila musim hujan waktu pembakaran akan memakan waktu yang lebih lama. pembakaran yang baik menggunakan serbuk gergaji halus selain panas yang dihasilkan lebih tahan lama.

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 085777460339
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama Barangpot bunga unik
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 085777460339
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama Barangpot bunga berbagai jenis
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 085777460339
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama Barangpot bunga unik pot 213
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 085777460339
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangPot Kecil (kaptus) Pk241
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 085777460339
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kodepg321
Nama BarangPot Bunga Teracotta PG321
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 085777460339
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Kodetct554
Nama BarangPadasan Tempat Cuci Tangan
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail

Rekening Bank

5900-01-023491-54-4

Produk Terbaru